Mampu Menerapkan Prinsip Dasar Kepemimpinan
, Posted by - at Senin, September 07, 2009
Apakah yang harus dimiliki oleh seorang pemimpin? .Pertanyaan ini merupakan pertanyaan yang wajar dimiliki oleh setiap orang ddalam hidup jika ingin berinteraksi dengan orang lain secara lebih efektif. Ada suatu falsafah yang dinyatakan oleh seorang ilmuan Inggris yang menyatakan bahwa “Orang yang paling buruk adalah orang yang tidak bisa memimpin dan yang lebih buruk dari itu adalah orang yang tidak bisa dipimpin”.
Dari falsafah ini saya mencoba menemukan benang merah yang menunjukkan relasi antara pemimpin dan orang yang dipimpin. Menjadi suatu pernyataan bijak jika memang seorang pemimpin haruslah menyadari bagaimana rasanya menjadi seorang yang dipimpin.
Dengan pemikiran demikian dan mempertimbangkan karakteristik Gerakan Mahasiswa Kristen Indonesia (GMKI) saya mencoba mengungkapkan dari apa yang saya pikirkan dan pengalaman yaang saya miliki yan sesuai sebagai salah satu wujud kepemimpinan yang sesuai adalah “KEPEMIMPINAN BERKEPRIBADIAN HAMBA” dan juga merupakan teladan Yesus Kristus Sang Kepala Gerakan.
Seorang pemimpin dapat memimpin hanyalah ketika siap untuk dipimpin. Sehingga ketika seseorang berhadapan dengan orang lain ataupun banyak orang, yang harus diperhatikannya hendaklah seorang pemimpin ini sanggup mengenal, bahkan melayani orang-orang tersebut dengan penuh persahabatan, persaudaraan, dan kerendahan hati itulah yang saya sebut sebagai “Kepemimpinan berkepribadian hamba”.
Setiap hal yang dimiliki secara khusus dan istimewa ataupun semua yang tidak dimiliki oleh orang lain selain kita sendiri itu adalah kepribadian kita. Tapi bukan hanya itu, kepribadian seringkali menjadi suatu hal yang tersembunyi dan hanya terlihat ketika kita mau menunjukkannya ataupun jika kita tanpa mneyadarinya, saat seperti inilah seseorang berusaha menutup kepribadiannya.
Apakah ada hubungannya antara kepribadian dengan proses dan metode kepemimpinan dalam diri seseorang?. Ini adalah suatu hubungan yang seakan takkan terpisahkan, dimana seseorang dalam memimpin adalah dengan menunjukan kepribadiannya.
Ketika saya coba memikirkan tentang “kepemimpinan” dan “kepribadian hamba” dua kata ini merupakan kata yang terkesan kontradiksi. Tampaknya pengertiannya sama seperti panas-dingin, halus-kasar, kering-basah, terang-gelap, atau bodoh pandai. Sebenarnya semua itu tergantung bagaimana kita mendefenisikan kedua kata tersebut. Namun ketika saya benar-benar mencari jawaban, saya menemukan bahwa kedua kata ini merupakan perpaduan yang baik yang boleh dikembangkan dalam diri seeorang sebagai peningkat potensi kepribadian.
Usaha untuk mengharmoniskan antara kepemimpinan dan sikap seorang hamba, bagaikan usaha mencampur minyak dengan air. Untuk itu pada prinsipnya kepemimpinan bukan berarti kediktatoran, dan seorang hamba bukan berarti orang yang selalu tunduk pada majikannya.
Mengapakah sikap seperti seorang hamba itu penting?. Kepemimpinan tanpa kerndahan hati dan keterbukaan hanyalah menghasilkan orang-orang tak berakal sehat dan menakutkan. Untuk dapat mengambil peran sebagai seorang hamba dalam posisi kita sebagai seorang pemimpin sangat dibuthkan kerendahan hati. Saya juga coba mengingat kembali apa yang saya alami ketika saya pernah memimpin dan juga pernah dipimpin ada beberapa hal yang harus terkandung dalam diri dan kepribadian seorang pemimpin untuk menjadi pemimpin yang diteladani.
Seorang pemimpin itu hendaknya :
- Sabar
- Murah hati
- Tidak cemburu
- Tidak memegahkan diri
- Tidak mencari keuntungan diri sendiri
- Tidak pemarah
- Tidak menyimpan kesalahan orang lain
- Tidak senang dengan adanya ketidak adilan
- Senang karena kebenaran
- Menutupi segala sesuatu
- Percaya segala sesuatu
- Mengharapka segala sesuatu
- Sabar menanggung segala sesuatu
Seorang pemimpin yang memiliki unsur-unsur semacam itu dalam kepribadiannya menurut saya tidak akan kesulitan dalam memipin. Meskipun kepribadian demikian menjadikan ia mudah terluka dan tertolak, karena ia harus mengesampingkan harga dirinya dan merendahkan hati untuk kebaikan orang lain.
Oleh : Jimmi R P Tampubolon

Currently have 0 komentar: